Sabtu, 03 November 2012

Diam Itu Emas

Leave a Comment

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam  .", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.




1. Jenis-jenis Diam  

Sesungguhnya diam   itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam   jadi emas, tapi ada pula dengan diam   malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam  :

a.    Diam   Bodoh

Yaitu diam   karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam   ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b.    Diam   Malas

Diam   jenis merupakan keburukan, karena diam   pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

c.    Diam   Sombong

Ini pun termasuk diam   negatif karena dia bersikap diam   berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

d.    Diam   Khianat

Ini diam  nya orang jahat karena dia diam   untuk mencelakakan orang lain. Diam   pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam   yang keji.

e.    Diam   Marah

Diam   seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diam  nya ini juga menambah masalah.

f.     Diam   Utama (Diam   Aktif)

Yang dimaksud diam   keutamaan adalah bersikap diam   hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa en
ggan bersikap menahan diri (diam  ) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara. Seperti diam   saat dicela, diam agar tidak berkata buruk, diam saat mendengar nasehat / kajian, dan masih banyak lagi. Selama diam nya untuk kebaikan tidak karena keburukan.



2. Keutaam Diam   Aktif

a. Hemat Masalah

Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari Dosa

Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang

Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih Bijak

Dengan diam aktif berarti kita menjadi pendengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendalam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

e. Hikmah Akan Muncul

Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih Berwibawa

Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.
Selain itu, diam   aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:
  1. diam dari perkataan dusta
  2. diam dari perkataan sia-sia
  3. diam dari komentar spontan dan celetukan
  4. diam dari kata yang berlebihan
  5. diam dari keluh kesah
  6. diam dari niat riya dan ujub
  7. diam dari kata yang menyakiti
  8. diam dari sok tahu dan sok pintar
3. Tapi Jangan Selalu Diam

Secara umum sifat diam merupakan hal yang baik, tapi tidak selamanya kita selalu diam. Ada saat – saat tertentu yang menuntut kita untuk angkat suara. Diantaranya :

1.    Saat Mencegah Kemungkaran

Mencegah kemungkaran adalah kewajiban setiap muslim. Disaat melihat kemungkaran, seorang muslim dituntut untuk mencegah semampunya diantaranya adalah dengan perkataan. Bukan mendiamkan atau membiarkannya saja karena kerusakannya akan semakin besar. Malu ?, itu bukanlah alasan, karena malu dalam mencegah kemungkaran bukanlah hal yang baik. Bahkan para ulama menyatakan bahwa orang yang mendiamkan kemungkaran ibarat syaitan yang bisu.

2.    Mengatakan Kebaikan

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam  .", inilah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang kami utarakan pada pembukaan artikel ini. Setiap muslim pada asalnya dituntut untuk berbicara yang baik, jujur, benar, dan mengandung manfaat. Sehinggga tercapailah kesempurnaan iman sebagaimana hadits diatas.

3.    Ketika Tidak patut Untuk Diam

Seperti bertanya disaat tidak tahu, menjawab pertanyaan guru, saat diminta memberi nasehat, musyawarah, mengutarakan pendapat yang positif, dan masih banyak lagi keadaan yang tidak sepatutnya kita diam,


Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
-         Terima kasih atas kunjungan anda di blog kami yang sederhana ini
-         Sebagian besar artikel adalah hasil CoPas dari berbagai sumber
-         Klik “ Like “ dan komentar dari anda sangat bermakna bagi kami
-         Bila menurut anda artikel ini bermanfaat, sudi kiranya anda “ Share “ sebagai bentuk dakwah kebaikan dengan menyertakan link dari kami

0 komentar:

Poskan Komentar